Original entry from 2008 - stase IKM : Murnajati pt.2

agar penelitian dapat berjalan dengan baik, kita dibantu dengan seorang pembimbing operasional yang notabene orang bapelkes murnajati sendiri. tiap kelompok punya satu. trus kita juga ditugasin di tiap desa sendiri2. jadi, kita sama pembimbing kita kudu ke desa itu buat sowan sama perangkat desanya. kenalan sekaligus minta ijin kalau kita mau ngerepoti mereka selama kurang lebih semingguan.

nah, tingkatan mereka itu ada kades, sekdes alias carik sampe kasun alias bayan alias kamituwo. berhubung pak kasun itu yang punya peran gede dalam pengerahan masyarakat dusun yang mau kita "manfaatkan", maka kita kudu berbaik-baik ria sama beliau. nah, kalo di kelompokku, ada mamituwo. apa hubungannya sama kamituwo? nggak ada, hanya kesamaan peran aja.

di kelompok 4 ini kita punya ketua kelompok, ketua batch dan mamituwo, sang ketua operasional penelitian. canggih kan? ketua kelompokku G, ketua batch Erh, dan our mamituwo.. A. kalo ga ada mamituwo, ga tau deh nasib kita gaimana. kayaknya kita bakal seperti anak ayam kehilangan induk. maklum, kita beneran buta arah dan tujuan. saking besarnya peran mamituwo, sampe suara mamituwo serak. bahkan ketua kelompok aja nggak berani jalan2 kalo nggak ada titah dari mamituwo, hehehe.. mamituwo kita emang segalanya. mulai dari beli suvenir buat orang desa, ngatur perbekalan, cari baceman, bagi tugas (ini agak kurang berhasil, karena mamituwo perfeksionis, jadi agak kuatir nyerahin tugas ke anak2 ayamnya, hehe..) sampe bangun pagi dan tidur subuh demi anak2 ayamnya ini. alhasil, mamituwo berangkat dengan badan fit, pulang dengan bibit penyakit. sampe sekarang kayaknya masih batuk. maapkan kami ya mamituwo.. anak2 yang menyusahkan. tapi berkat mamituwo, kelompok kita jadi sering jalan2, hehe.. makan2... bikin ngiri kelompok lain. padahal at the end, kelompok kita justru yang paling buncit njilidnya, hahaha..

No comments:

Powered by Blogger.