Original entry from 2008 - stase psikiatri: rekap
selain ngendon di ruangan, tiap hari kalian kudu setor 2 orang ke metadon (poli ketergantungan NAPZA) dan 2 orang ke psikiatri anak. di metadon juga ngaplo. cuma ngeliatin orang-orang itu dikasih metadon, trus gantian boleh dengerin di dalem ruangan dokter kalau ada yang konsul. seperti minta dosis dinaikin atau dituruni atau mau dibujuk buat stop. kalau di psikiatri anak, jangan lupa absen tiap datang dan pulang kantor "cruella de ville" (julukan temen buat penunggu di sono, yang galak lo, bukan yang baik hati). trus kadang kalau ada 'les' kalian boleh ikut bantu. kalau ada pelatihan autis, siapin sumpel telinga kalau ga kuat sebelum ikut nonton. kalau ada pasien baru juga kerjain, itu tugas kalian.
overall, di jiwa ini nganggur tapi ribet. harus urus ini, itu, pokoknya santainya itu semu. ujian: sama dokter senior dan junior atau PPDS yang mau lulus. kalau dapet dokter junior atau PPDS yang baek sih enak, karena status kalian akan diteliti dulu sebelum maju ke senior, jadi kalian bisa ditentir dikit gimana ntar kalau ditanyain seputar status (penting kalau ngadepin Prof. H, karena beliau kan status abis..) yang kudu diwaspadai: prof M, prof H (harus punya alasan kuat di setiap psikopatologi yang kalian tulis di status), prof Hi (apapun yang terjadi, kalian harus berhasil membuat pasiennya ngomong, teori nggak seberapa penting), dan dr. Mg (pas kita sih nggak nguji, cuma katanya perfeksionis banget).
other than that, belajar sekuatnya dan banyak berdoa, hahaha.. kunci sukses di jiwa: banyak ngomong, lathan ngasih alasan dan mengungkit pasien dengan cara yang halus. kalau perlu latihan brainwash pasien supaya dia jawab seperti yang kamu mau, hehehe.. seperti cara Edw. walhasil, semoga DM ruangan yang akan masuk nggak mabok karena tiba-tiba terjadi KLB penyakit jiwa, ruangan penuh sampai lorong! hahaa.. kata A, mungkin semua waham kebesaran (merasa jenderal atau tentara) keluar semua menjelang agustusan, hahaha.. all i can say is ENJOY!
No comments: