Original entry from 2008 - stase psikiatri: rekap

biasa aja sih keluar dari jiwa. leganya: nggak ketemu lagi pasien-pasien yang kadang aneh bin ajaib. semoga setelah keluar mereka ga hafal-hafal banget sama aku. kan gawat kalau diinget terus. biarpun santai, akhirnya semua tugas jiwa selesai juga. nggak enaknya, keluar jiwa masuk forensik. tambah lebih nganggur lagi. brain freezing gitu. ntar lama-lama otakku tambah lemot aja. 

oke, as usual, cerita tentang jiwa. di jiwa ini dibagi 2 stase. poli dan ruangan, masing-masing 3 minggu. di tiap bagian, harus responsi dan home visit 2x, jadi total kalian responsi 2x, home visit 4x, ujian 1x aja (bedsitternya bukan PPDS tapi dokter juga atau PPDS yang udah mau lulus, hiii..). tugas lainnya: seminar tiap hari jumat, digilir bergantian antara DM poli dan ruangan, jadi atur sndiri aja siapa yang mau duluan.

poli: nganggur kalau nggak ada pasien baru. kasus sih macem-macem, cuma entah kenapa pas aku di poli dulu yang banyak justru kasus anak. bikin kita semua yang harus responsi dengan kasus neurosa jadi molor nggak karuan gara-gara belum dapet kasus.
ruangan: ngumpet dalam kamar DM terutama minggu pertama, karena:
- kalian nggak kenal pasiennya
- pasien itu pakai baju biasa dan kadang tampangnya biasa, jadi kalian nggak tau mana yang pasien, mana yang bukan.
- kalian juga belum hafal sakitnya apa, jadi nggak tau mana yang berbahaya mana yang nggak (berbahaya dalam artian suka merangkul, mencium, hehehe.. dulu kata anak 02, ada trio macan di ruangan, I, W dan K, tapi pas kita masuk cuma tinggal 2 aja). kalau sudah kenal, lama-lama kalian biasa juga kok. selain sama trio macan, hihi.. mereka tetap membuat kita ketir-ketir sampe keluar.
note: menurut gosip yang beredar, salah satu dr trio macan itu istri kedua tukang parkir parkiran jiwa/saraf. dan kenalannya itu pas yang perempuan itu udah jadi pasien di ruangan jiwa. kalau ini bener, yang benernya kelainan yang mana coba? 

selain ngendon di ruangan, tiap hari kalian kudu setor 2 orang ke metadon (poli ketergantungan NAPZA) dan 2 orang ke psikiatri anak. di metadon juga ngaplo. cuma ngeliatin orang-orang itu dikasih metadon, trus gantian boleh dengerin di dalem ruangan dokter kalau ada yang konsul. seperti minta dosis dinaikin atau dituruni atau mau dibujuk buat stop. kalau di psikiatri anak, jangan lupa absen tiap datang dan pulang kantor "cruella de ville" (julukan temen buat penunggu di sono, yang galak lo, bukan yang baik hati). trus kadang kalau ada 'les' kalian boleh ikut bantu. kalau ada pelatihan autis, siapin sumpel telinga kalau ga kuat sebelum ikut nonton. kalau ada pasien baru juga kerjain, itu tugas kalian.


overall, di jiwa ini nganggur tapi ribet. harus urus ini, itu, pokoknya santainya itu semu. ujian: sama dokter senior dan junior atau PPDS yang mau lulus. kalau dapet dokter junior atau PPDS yang baek sih enak, karena status kalian akan diteliti dulu sebelum maju ke senior, jadi kalian bisa ditentir dikit gimana ntar kalau ditanyain seputar status (penting kalau ngadepin Prof. H, karena beliau kan status abis..) yang kudu diwaspadai: prof M, prof H (harus punya alasan kuat di setiap psikopatologi yang kalian tulis di status), prof Hi (apapun yang terjadi, kalian harus berhasil membuat pasiennya ngomong, teori nggak seberapa penting), dan dr. Mg (pas kita sih nggak nguji, cuma katanya perfeksionis banget).


other than that, belajar sekuatnya dan banyak berdoa, hahaha.. kunci sukses di jiwa: banyak ngomong, lathan ngasih alasan dan mengungkit pasien dengan cara yang halus. kalau perlu latihan brainwash pasien supaya dia jawab seperti yang kamu mau, hehehe.. seperti cara Edw. walhasil, semoga DM ruangan yang akan masuk nggak mabok karena tiba-tiba terjadi KLB penyakit jiwa, ruangan penuh sampai lorong! hahaa.. kata A, mungkin semua waham kebesaran (merasa jenderal atau tentara) keluar semua menjelang agustusan, hahaha.. all i can say is ENJOY!

No comments:

Powered by Blogger.