Original entry from 2009 - stase DV (kulit dan kelamin) : rekap ujian
satu hal yang pasti: jangan lupa lihat atlas! kenapa? soalnya, penampakan itu paling penting di kulit. bahkan, kamu sekali lihat saja udah bisa diagnosa, jadi jangan lupa pelototin foto di atlas. kadang belon liat soalnya kita udah bisa tau jawabannya hanya dengan lihat gambar, hahhaa.. tapi itu kesalahanku, nggak sempet lihat atlas, alhasil ada yang lupa gitu deh. parahnya, pas di pos lisan sama senior pula, haiss...
ok, let's review. ujiannya OSCE. dengan berbekal Rk yang kembar, dr. S semakin memantapkan diri untuk merubah semua soalnya. tapi sebenernya, kayaknya emang waktunya ganti, tahun baru jadi soal baru, hahaha... (hipotesa anak2 si..) dan kenyataannya emang soalnya baru. soal wajib yang pasti keluar itu jamur, STD (sexual transmitted disease) sama MH (morbus hansen alias kusta). yang lain bisa keluar bisa nggak. pas aku, masa 2 soal infeksi parasit. aku cuma belajar skabies, eh.. yang keluar malah insect bites sama CLM (cutaneus larva migrant), sial deh.. terpaksa mengais-ais ingatan seadanya.
soal cuma 8, satu pos istirahat, satu lisan sama senior. tiap pos 10 menit, jadi plenty of time buat tolah toleh atau mengharap belas kasihan para PPDS. paling enak kalau dapat senior responsi yang "killer" karena kemungkinan besar sampai pasti nggak akan dapat beliau lagi. jadi, jangan menangis darah kalau dapet rentetan senior responsi yang mematikan. soal OSCE jawaban singkat, kecuali dosis harus nulis lengkap mulai dari nama, berapa kali minum, cara minum sampai lama pengobatan. benernya nggak susah, yang susah adalah memprediksi mana yang keluar soalnya. otakku nggak muat menghafalkan seluruh isi PDT plus atlas. jadi, buat yang mau dapat nilai A, dari hari pertama hafalin aja PDT itu. nggak usah pake belajar yang lain2. kalau mau dapet poin plus pas responsi si ya monggo aja, tapi responsi nggak dinilai.
post test belum lewat, jadi ntar disambung lagi. ada lagi, dr. S menetapkan kebijakan baru, buku biru yang berisi status pasien poli ikut dinilai dengan porsi 50%, tapi anak-anak ga yakin, soalnya gede amat? padahal yang sering terjadi adalah kita nyontek persis terapi PPDS tanpa mau bersusah payah lihat teorinya, jadi nggak tau deh ntar nilai buku biruku gimana..
anyway, buat yang pengen menimba ilmu, tny dr. Adr. yang lain, have fun aja. warning: jangan kaget dengan ke'freak'an PPDS kulit, terutama buat yang udah lewat lab besar. masuk kuping kanan keluar kuping kiri aja. asal nggak merugikan pasien tenang aja. oya, jangan kecewa kalau jawaban yang didapat sering kali nggak masuk akal atau nggak memuaskan. kalian tau sendirilah track recordnya. sekali lagi, bukan menghina, tapi kadang harapan kita nggak sesuai kenyataan. just face the facts, accept it. and good luck.
No comments: