Original entry from 2009 - stase obsgyn: why syeikh Puji shouldn't marry a 12 years old
ini gara-gara pasien baru di VK obsgyn kemarin. umurnya baru 18 tahun and she's going to give birth to her second child! ya ampun, mikir apa ibunya pas ngawinin anaknya? trus kok dibiarin hamil sih? ini sih anak-anak mengandung anak-anak. eh beneran, kalau jiwanya masih anak-anak hamil, inilah yang terjadi.
pas hamil anak pertama, karena cairan ketubannya habis, maka pasiennya dioperasi caesar. tapi anak kedua ini, karena ukuran anaknya kecil, jadi masih bisa lewat panggul ibunya yang kecil (maklum, pasien ini ukurannya juga mini). tapi berhubung dia udah ngerasain "enaknya" caesar, jadi dia berangkat dari rumah dengan keyakinan dia akan dioperasi lagi. ternyata, sampe RSUD, dia nggak dapetin apa yang diharepin karena chief jaga saat itu memutuskan nggak ada indikasi operasi.
sialnya, itu anak kayaknya dimanja banget. alhasil, yang kerepotan adalah PPDS dan para DM tentunya. masa buat VT (vaginal touche - pemeriksaan dalam) aja yang megangin kudu 5 orang, itu aja nyaris semuanya cowok, berbadan gede. sampe kata anak 05, kita serasa "memperkosa" orang itu hanya untuk VT. pokoknya, tiap tindakan yang akan kita lakukan, kita mengerahkan tenaga lebih dari orang biasa untuk megangi, merayu, sampe marahi itu anak. bener2 nyebelin. abis kejadiannya subuh2, jadi kasian sama pasien lain yang butuh tidur. untungnya, jam 5an gitu anaknya beneran bisa lahir per vaginam (maksudnya lahir biasa gitu), coba kalo nggak..
kenapa aku bilang seharusnya syekh puji nggak ngawinin anak kecil? karena emang mental mereka belum siap. mereka itu terpaksa siap. apesnya itu pas proses melahirkan yang emang sangat menyakitkan. sifat childish mereka akan keluar dan itu yang bikin repot petugas kesehatan. masa loh, kemaren sampe terlontar komentar "lebih baik aku mati ae.." dari mulut anak itu. ya mungkin enak buat dia kalau dia sampe mati, tapi apa dia nggak mikirin suaminya ntar gimana? anaknya yang pertama ntar yang urus siapa? trus orang tuanya sendiri gimana perasaannya kalau dia beneran sampe mati? kok dengan entengnya terlontar komentar itu. kan itu pertana dia masih selfish, mentingin diri sendiri karena dia nggak siap menghadapi masalah.
pokoknya, kemarin semua orang sibuk mengedukasi keluarga itu. yang jelas, itu anak dilarang hamil lagi sampe dia bener2 siap. beneran kasian anaknya. untungnya bisa lahir spontan dan sehat, kalau nggak? ugh, jadi sebel. ini nih sebabnya negara kita nggak maju2. anak minta kawin juga dituruti. wong masih umur sekolah kok dibiarin aja. yang laki juga gitu. mikir kek. kalo diinget2 lagi, bisa2 omelanku tambah panjang lagi. jadi lebih baik disudahi saja.
for those who are planning to get married or having children, just remember, prepare yourself before you really do it. otherwise, it might harms others. dan sebelum bener2 yakin kita mampu, lebih baik jangan deh.
No comments: